136Please respect copyright.PENANA6hDX9cQoCYEpilog
136Please respect copyright.PENANA2eYn0OolUN
Setelah penobatan, kerajaan memasuki masa damai yang belum pernah dirasakan sebelumnya. Ratu Salju — yang kini lebih sering dipanggil Ratu Salju oleh rakyatnya — menjalani kehidupan yang sangat mewah dan terlindungi.
Di istana yang telah direnovasi, dibangun sebuah sayap khusus yang sangat besar dan megah khusus untuknya dan ketujuh raksasa. Ruangan utama di sayap itu dilengkapi dengan tempat tidur raksasa yang bisa menampung tujuh orang sekaligus, perapian besar, dan segala kemewahan yang bisa dibayangkan.
Ratu Salju tidak lagi hidup sendiri. Ketujuh raksasa itu tetap tinggal bersamanya sebagai pelindung, penasihat, dan juga… pelayan pribadi yang setia. Kapan pun Ratu Salju menginginkan, siang atau malam, salah satu atau bahkan beberapa raksasa akan langsung melayaninya. Hubungan intim mereka tidak lagi menjadi rahasia. Di istana, sudah menjadi hal yang biasa jika terdengar suara erangan dan desahan dari sayap pribadi Ratu Salju di hampir setiap malam.
Ratu Salju hidup dalam kemewahan, kekuasaan, dan kepuasan yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Tubuhnya selalu terawat, dan para raksasa selalu siap memenuhi setiap keinginannya, baik itu soal kerajaan maupun soal ranjang.
Sementara itu, nasib Ratu lama sangat berbeda.
Karena sisa kekuatan sihirnya masih cukup kuat, Ratu lama tidak bisa dibunuh. Tubuhnya tetap awet muda dan tidak bisa menua. Para penyihir istana sudah mencoba berbagai cara, namun semuanya gagal. Akhirnya, setelah bermusyawarah dengan Ratu Salju dan para penasihat, dibuatlah sebuah kebijakan yang sangat kejam.
Ratu lama tidak dieksekusi.
Sebaliknya, ia dijadikan pemuas nafsu publik.
Di tengah pemukiman warga, tepat di alun-alun kota, dibangun sebuah bangunan khusus berbentuk ruangan kaca besar yang bisa dilihat dari luar. Di dalam ruangan itu, Ratu lama diikat dengan rantai khusus yang disegel sihir di tiang tengah. Tangan dan kakinya direntangkan, tubuhnya telanjang, dan hanya diberi kain tipis yang mudah disobek. Sebuah tanda besar dipasang di depan bangunan tersebut:
“Bekas Ratu yang Zalim. Siapa saja boleh menikmati.”
Kebijakan ini diumumkan secara resmi oleh Ratu Salju. Siapa pun — baik rakyat biasa, pedagang, petani, maupun prajurit — boleh datang ke ruangan itu kapan saja dan melakukan apapun yang mereka inginkan kepada Ratu lama. Tidak ada batasan. Tidak ada hukuman.
Sejak hari pertama kebijakan itu diberlakukan, antrian panjang selalu terlihat di depan bangunan tersebut. Pagi, siang, malam, bahkan hingga larut malam, selalu ada orang yang datang. Beberapa datang sendirian, beberapa datang berkelompok. Mereka memperlakukan Ratu lama dengan sangat kasar dan tanpa belas kasihan, seolah ingin membalas semua penderitaan yang pernah ia timpakan kepada rakyat selama bertahun-tahun.
Ratu lama yang dulu begitu angkuh dan kejam, kini hanya bisa menjerit dan menangis setiap kali ada orang yang masuk ke dalam ruangan itu. Tubuhnya yang awet muda dan selalu kencang justru menjadi kutukan baginya sendiri, karena tidak pernah rusak meskipun terus-menerus diperlakukan dengan kasar.
Setiap malam, dari dalam ruangan kaca itu, terdengar suara erangan dan jeritan yang tertahan. Dan setiap pagi, rakyat yang lewat hanya bisa melihat bekas Ratu yang dulu ditakuti itu terbaring lemah dengan tubuh penuh noda dan air mani, sebelum orang berikutnya datang lagi.
Ratu Salju tidak pernah datang ke tempat itu. Ia hanya mendengar laporan tentang keadaan Ratu lama dari para pengawal. Dan setiap kali mendengarnya, ia hanya diam, tanpa menunjukkan belas kasihan maupun kegembiraan yang berlebihan.
Kerajaan kini memiliki dua Ratu.
Satu Ratu yang hidup dalam kemewahan, dikelilingi tujuh raksasa yang setia melayaninya kapan saja.
Dan satu lagi Ratu yang hidup dalam penderitaan abadi, dijadikan pemuas nafsu seluruh kerajaan tanpa bisa melawan maupun mati.
Begitulah akhir dari kisah ini..136Please respect copyright.PENANAfbSKvRIPwl


will be deducted